Curug merupakan bahasa lokal dari air terjun, banyak tempat wisata Bandung yang memiliki air terjun yang indah tinggi menjulang, bahkan di beberapa tempat para pengunjung bisa menceburkan diri di bawah air terjun dan berenang dengan aman. Kebanyakan air di tempat-tempat itu cukup dingin karena berada di ketinggian yang lumayan bahkan anda bisa saja menggigil selepas berenang di bawah air terjun tersebut, jadi jangan lupa untuk membawa pakaian ganti yang hangat apabila anda hendak mandi di air terjun-air terjun di Bandung.

Beberapa air terjun yang ada di Bandung berikut ini dapat anda jadikan opsi ketika bosan dengan wisata Bandung lainnya yang pernah anda kunjungi, tempat-tempat air terjun yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Curug Citambur
    Kepopuleran curug yang satu ini mungkin belum begitu santer, namun anda tidak boleh meremehkan keindahan yang diberikan, curug yang satu ini berada di perbatasan ciwidey dengan cianjur dimana akses jalan untuk menuju ke tempat yang satu ini masih terbilang cukup sulit, ketinggian dari curug ini menurut informasi warga sekitar yakni setinggi 150 meter.
  2. Curug Malela
    Tempat wisata Bandung selanjutnya yakni curug malela, curug ini dikenal juga dengan sebutan niagara mini, pasalnya air terjun yang satu ini agak mirip dengan niagara yang asli namun hanya memiliki lebar sekitar 70 meter dengan ketinggian 60 meter. Air terjun malela ini berada di kabupaten Bandung barat tepatnya di kampung manglid yang berada di desa cicadas, kecamatan Rongga
  3. Curug Dago
    Kabarnya curug yang satu ini amat erat hubungannya dengan kerajaan Thailand zaman dahulu, dimana terdapat prasasti batu tulis bertahun 1818 yang diduga merupakan peninggalan raja Rama V dann raja Rama VII yang pernah berkunjung ke curug ini. Curug ini termasuk ke dalam taman hutan raya Djuanda atau tepatnya berada di kampung curug kecamatan Cidadap.

Itulah beberapa tempat wisata Bandung yang memiliki curug-curug yang indah dan relatif mudah dikunjungi, sebaiknya anda mengunjungi tempat-tempat tersebut di musim kemarau dimana debit air yang keluar tidak terlalu besar karena apabila debit air yang keluar terlampau besar biasanya tempat-tempat tersebut akan ditutup untuk sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *